Universitas Negeri Malang (UM) sukses menjadi tuan rumah pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pusat Studi Wanita Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI). Diselenggarakan di Hotel Swiss-Belinn Malang pada Selasa (06/09/22), Rakernas dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA), Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemendikbud Ristek, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA RI, dan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan meneliti mengenai isu-isu kesetaraan gender.
Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., selaku Sekretaris LPPM UM menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota ASWGI yang telah hadir dari seluruh penjuru Indonesia baik secara luring maupun daring. Dalam laporan yang disampaikan, beliau memaparkan bahwa UM sejak tahun 1993 sudah mempunyai pusat studi wanita. Telah bergabung menjadi tim pengembang studi wanita sejak tahun 2004, Sekretaris LPPM UM menyampaikan catatan evaluasi sepanjang perkembangan yang beliau ketahui.

“Masih belum banyak laki-laki yang berkecimpung dan ikut aktif dalam kegiatan pusat studi wanita ini. Harapannya dapat dikembangkan lebih lanjut dan semoga kegiatan ini memberikan kontribusi besar bagi kehidupan bangsa Indonesia khususnya perhatian kepada persoalan keadilan gender dan anak Indonesia,” ujarnya.
Prof. Dr. Emy Susanti, M.A., selaku Ketua Umum ASWGI dalam sambutanya menyampaikan bahwa hingga saat ini, anggota ASWGI tercatat secara resmi sebanyak 146 lembaga di perguruan tinggi. ASWGI merupakan tempat berkumpulnya dosen, peneliti, aktivis, dan pemerhati gender dari berbagai perguruan tinggi. Untuk itu, visi ASWGI adalah terciptanya masyarakat akademis berbasis multi disiplin yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan gender serta inklusi sosial dalam melaksanakan penelitian dan kajian serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sesuai perkembangan teknologi informasi dan bertaraf nasional maupun internasional.
Ketua Umum ASWGI menambahkan, hadirnya Menteri PPPA beserta Deputi Kesetaraan Gender, dan Direktur Kemendikbud Ristek adalah sebagai bentuk dukungan kegiatan ini. “Hal ini sebagai bukti dari kementerian sangat mendukung dan menjamin keberlanjutan kegiatan dan harapannya di masa mendatang bisa melakukan kegiatan yang lebih banyak,” ungkap beliau.

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASWGI yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat. Selain itu, beliau juga mengapresiasi banyaknya pusat-pusat studi gender di perguruan tinggi. Tentunya sumbangan kajian studi gender akan memberikan peran besar dalam memahami berbagai permasalahan sosial masyarakat. “Semoga dapat menghadirkan berbagai rumusan studi guna mengefektifkan kerja ASWGI dalam mengembangkan penelitian, pengkajian, dan mewujudkan budaya bebas diskriminasi dan juga kekerasan,” harap beliau.
I Gusti Ayu Bintang Darmawati menambahkan, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat dalam melaksanakan perlindungan dan monitoring terhadap kebijakan yang dianggap diskriminatif dan melanggar hak anak, perempuan, dan disabilitas. Maka dari itu, beliau mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi. “Mari bersama-sama mengambil peran dalam upaya melindungi perempuan dan anak dari berbagai wujud diskriminasi dan kekerasan serta mendukung adanya kesetaraan gender sehingga seluruh bangsa indonesia tanpa terkecuali,” ajak beliau.
Setelah kegiatan resmi dibuka oleh Menteri PPPA, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan keynote speech yaitu Prof. Dr. M. Faiz Syuaib selaku Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Dra. Lenny N. Rosalin, S.E., M.Sc., M.Fin selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA. Disampaikan terdapat 12 judul penelitian dengan 36 perguruan tinggi menjadi partisipan. Setiap ketua tim akan mempresentasikan hasil penelitiannya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
Rakernas dilanjutkan dengan menyampaikan laporan program yang terdiri dari penelitian, pengabdian, pendidikan dan pelatihan, publikasi, korwil, kesekretariatan dan organisasi, arah program dan rencana kerja ASWGI tahun 2023, dan diskusi terkait riset kolaborasi dan publikasi. Rakernas ini menjadi serangkaian acara dengan konferensi Internasional The 3nd Word Conference On Gender Studies (WCGS) yang diselenggarakan pada keesokan harinya, Rabu (7/9) di UM.
Pewarta: Novita Eka Andriyana – Internship Humas UM
