
Malang – Menghadirkan ruang kolaborasi baru bagi sivitas akademika, Universitas Negeri Malang (UM) melalui Perpustakaan UM resmi menggelar “First Episode Interdisciplinary Lab” sebagai langkah strategis memperkuat budaya riset lintas keilmuan. Program ini dirancang untuk mempertemukan perspektif berbagai disiplin ilmu guna menjawab tantangan global secara lebih komprehensif.
Rektor UM, Prof. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa pendekatan interdisipliner kini menjadi kebutuhan utama perguruan tinggi.
“Kita hidup dalam dunia multidimensi. Tidak ada satu disiplin yang mampu menyelesaikan masalah kompleks secara tunggal. UM harus menjadi ruang inklusif di mana siapa pun dapat belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kampus modern wajib menjunjung keberagaman dan meritokrasi agar setiap inovasi lahir dari kapasitas dan kerja keras akademik, bukan latar belakang sosial. “Ketika institusi inklusif, semua orang mendapat kesempatan berkembang. Di situlah riset tumbuh dan memberi dampak,” tegasnya.
Episode perdana ini menghadirkan dua narasumber: Nuri Munfaridah, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pendidikan Fisika UM) dan Edynanto, M.Pd., Ph.D. (Dosen Pendidikan Luar Biasa UM). Keduanya memaparkan bagaimana integrasi antar bidang membuka peluang lahirnya inovasi yang lebih luas manfaatnya.
“Pendekatan interdisipliner membuat kita melihat fenomena secara holistik. Kolaborasi fisika dengan ilmu sosial, kesehatan, atau teknologi dapat menghasilkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Nuri.
Sementara itu, Edynanto menekankan urgensi inklusivitas dalam pengembangan ilmu. “Pemanfaatan sains harus menjangkau semua kelompok, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus maupun yang termarjinalkan,” tuturnya.
Mengusung tagline “Dengan Pustaka Kita Cendekia,” Perpustakaan UM menegaskan perannya sebagai pusat kolaborasi akademik. Transformasi perpustakaan kini tidak hanya sebagai penyedia referensi, tetapi sebagai ekosistem yang melahirkan ide, diskusi, hingga publikasi ilmiah.
Program Interdisciplinary Lab akan berlanjut dalam beberapa episode dengan tema berbeda, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi antar fakultas. UM berharap agenda ini memicu lahirnya inovasi riset yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.
Pewarta : Afgian Gala Mahiya Ikhsan
Foto : Etika Sholichatus ZahrohÂ
Editor: Aliza Nur Sabila – Humas UM
