Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Inovasi digital pengembangan PAUD KITA sebagai Learning Management System (LMS) interaktif untuk pembelajaran tematik anak usia dini berbasis Kurikulum Merdeka

Malang — Di tengah tantangan pendidikan pada era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA), Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi digital melalui pengembangan PAUD KITA, sebuah Learning Management System (LMS) interaktif untuk pembelajaran tematik anak usia dini berbasis Kurikulum Merdeka. Program ini menjadi langkah strategis UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas.

Ketua pengembang, Dr. Ica Purnamasari, M.Pd., menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam pendidikan informal.


“LMS PAUD KITA memuat konten tematik berbasis minat dan dunia nyata anak. Modul visual, cerita bergambar, aktivitas audio-visual, dan gim edukatif disediakan untuk mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa orang tua juga dilibatkan sebagai fasilitator pembelajaran di rumah.

Pengembangan sistem ini berlangsung sejak Mei hingga November 2025 melalui pendanaan PPG Non-APBN Universitas Negeri Malang dengan kontrak 19.5.131/UN32.14.1/LT/2025. UM menggandeng MBK Studio sebagai mitra desain antarmuka ramah anak, ilustrasi interaktif, dan fitur narasi audio. LMS ini dilengkapi forum diskusi, jurnal pencapaian anak, serta ruang refleksi sebagai dukungan komunitas belajar digital.

Uji coba pada beberapa lembaga PAUD mitra menunjukkan respons positif. Anak tampak antusias berinteraksi dengan narasi audio dan animasi sederhana. Guru merasa terbantu dalam merancang pembelajaran variatif, sementara orang tua lebih terlibat dalam memantau perkembangan anak. Platform ini terbukti menjembatani kesenjangan peran pendidikan formal di sekolah dan informal di rumah.

Menurut tim peneliti, PAUD KITA bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini yang resilien. Anak di era serba tidak pasti membutuhkan keterampilan hidup, kemampuan adaptif, dan kecerdasan emosional.

“Kami percaya bahwa pendidikan sejak usia dini yang terintegrasi dengan peran keluarga akan menjadi fondasi penting bagi generasi adaptif, kreatif, dan berkarakter,” tambah Dr. Ica.

Ke depan, UM akan mengembangkan fitur kecerdasan buatan untuk personalisasi pembelajaran, pelatihan daring bagi guru dan orang tua, serta pengayaan materi seni dan literasi digital. Melalui PAUD KITA, UM menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat maju, adaptif, dan tetap berakar pada budaya gotong royong keluarga Indonesia.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM

Editor: Aliza Nur Sabila – Humas UM

Share it