
Malang – Bahasa Indonesia semakin dilirik dunia. Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Sekolah Pascasarjana siap menggelar Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA) XIII 2025. Ajang bergengsi ini akan mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk memperkuat pengajaran bahasa Indonesia di tingkat global.
Mengangkat tema “Pemartabatan Bahasa Indonesia melalui Penguatan Pengajaran BIPA pada Era Digital”, konferensi ini menyoroti inovasi, pemanfaatan teknologi, dan strategi pembelajaran yang adaptif dalam menghadapi tantangan pengajaran bahasa di era modern. KIPBIPA XIII akan digelar dalam format hybrid, menggabungkan tatap muka dan virtual, sehingga memperluas jangkauan peserta sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi global.
Ketua Panitia KIPBIPA XIII, Dr. Ade Eka Anggraini, M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah strategis bagi para pengajar BIPA dari dalam dan luar negeri.
“Harapannya, konferensi ini dapat mendorong profesionalisme dan standarisasi pengajar BIPA sesuai ketentuan Badan Bahasa, sehingga bahasa Indonesia semakin dikenal dunia,” ujarnya.
KIPBIPA XIII juga akan menghadirkan 12 pembicara utama, termasuk perwakilan dari tiga kementerian, Kepala Badan Bahasa, pimpinan BRIN, akademisi dari Amerika, Azerbaijan, Korea, Australia, serta Rektor UM. Selain diskusi panel, kegiatan ini juga mencakup workshop interaktif, peluncuran riset terbaru, dan forum strategi kebijakan yang fokus pada peningkatan efektivitas pengajaran BIPA.
Dr. Ade juga mengajak mahasiswa UM melihat peluang besar di bidang BIPA. “Setiap tahun ada rekrutmen pengajar BIPA ke luar negeri dengan kontrak dua hingga tiga tahun. Ini peluang nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus berperan dalam diplomasi budaya Indonesia,” pungkasnya.
Penyelenggaraan KIPBIPA XIII diharapkan menjadi langkah nyata UM dalam mendukung keberlanjutan bahasa Indonesia sebagai bahasa global sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan dan budaya.
Pewarta: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
Fotografer: Wahyu Fajar N. – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
