Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Tim Humas UM menjelaskan bahwa kegiatan SAPA untuk memperluas akses informasi tentang Universitas Negeri Malang

Samarinda – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan calon mahasiswa dan pendidik melalui program Safari Promosi dan Aksi (SAPA). Pada Senin-Selasa (9-10/12), SAPA UM digelar di Samarinda, menyusul pelaksanaan sebelumnya di Bandung, Lombok, dan Semarang. Bertempat di Aula SMA Budi Luhur Samarinda, acara ini melibatkan siswa dari SMKN 8, SMKN 14, serta para guru Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Samarinda.

Kasubdit Seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, yang hadir didampingi oleh Humas UM, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas akses informasi tentang UM. “Kami ingin memastikan siswa dan guru dapat langsung memperoleh informasi lengkap tentang UM, sehingga mereka lebih memahami peluang pendidikan yang tersedia di UM,” ungkapnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan informasi mendalam tentang program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, beasiswa, serta fasilitas unggulan UM. Para guru BK yang dijadwalkan hadir pada hari kedua menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi interaktif. Pertanyaan seputar seleksi masuk, biaya pendidikan, hingga lingkungan kampus menjadi sorotan utama.

Ketua Musyawarah Guru BK (MGBK) Samarinda, Hamrin Karim, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap UM. “Kami sangat mengapresiasi langkah UM untuk menjangkau sekolah-sekolah di luar Jawa. Ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi besar bagi siswa kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDGs nomor 4, yaitu memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Dengan mendekatkan diri ke berbagai wilayah, UM berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua kalangan.

Melalui keberhasilan SAPA di Samarinda, UM semakin mengukuhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang inklusif dan proaktif. Langkah ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi calon mahasiswa potensial dari seluruh penjuru Indonesia, sembari memperkuat hubungan dengan para pendidik di sekolah.

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it