Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Para Peserta International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2024 dari Prodi Sarjana Terapan Desain Mode UM

Jakarta – Prodi Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang (UM) sukses mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional dengan lolos kurasi pada Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2024. Ajang ini merupakan festival besar yang menampilkan busana Muslim dan modest fashion karya desainer lokal dan internasional, mengangkat keunggulan produk fesyen Indonesia di tingkat global. Bertempat di Jakarta Convention Center pada Sabtu (2/11), IN2MF diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), yang menambah kekuatan pada acara ini sebagai bagian dari perhelatan ekonomi syariah nasional.

“Perasaan kami sangat senang dan bangga,” ujar perwakilan dari Prodi Sarjana Terapan Desain Mode UM. “Kami adalah satu-satunya prodi dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang lolos kurasi. Ini pencapaian yang luar biasa karena membuktikan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di kancah internasional.”

Kegiatan IN2MF ini selaras dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui IN2MF, mahasiswa UM tidak hanya memamerkan kreativitas mereka, tetapi juga turut serta dalam memajukan industri fesyen berkelanjutan di Indonesia. Setiap desainer yang tampil dalam IN2MF, termasuk mahasiswa UM, memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka berbasis kain tradisional dan material ramah lingkungan.

Sejak awal semester, Prodi Desain Mode UM mempersiapkan karya-karya yang akan diikutsertakan dalam ajang ini. Tahapan persiapan meliputi seleksi desain dan pengecekan kemampuan teknis mahasiswa, terutama dalam menjahit. “Keterlibatan mahasiswa dalam IN2MF menjadi rekognisi atas capaian akademik mereka, khususnya dalam mata kuliah desain dan produksi,” tambah perwakilan prodi.

Selain IN2MF, Prodi Desain Mode UM juga memiliki rencana untuk menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dan mengikuti Asian Student Fashion Week (ASFW) dengan tema Paradoxal di masa mendatang. ASFW akan menjadi kolaborasi besar yang mempertemukan karya-karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Asia, dengan menampilkan 125 karya yang dibawakan oleh 25 desainer muda dari UM. Acara ini diharapkan dapat mengukuhkan UM sebagai lembaga pendidikan fesyen yang dikenal secara internasional.

Meski bangga dengan pencapaian ini, Prodi Desain Mode UM tidak lepas dari kendala. “Kendala utama kami adalah kurangnya fasilitas studio yang beroperasi selama 24 jam,” ungkap perwakilan prodi. Produksi busana yang cepat dan terkontrol seringkali menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk memaksimalkan kreativitas mereka. Namun, UM tetap optimistis dalam melangkah, dengan harapan dapat terus meningkatkan kualitas fasilitas demi mendukung proses kreatif mahasiswa.

“Teruslah berkarya dan percaya diri untuk menjadi seorang desainer serta fashionpreneur yang profesional,” pesan perwakilan prodi kepada mahasiswa. Dengan semangat dan dedikasi, Prodi Sarjana Terapan Desain Mode UM berharap dapat terus melahirkan desainer ternama yang mampu mengharumkan nama Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.

Ajang seperti IN2MF dan ASFW ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka dan berkontribusi pada kemajuan industri fesyen nasional dan global. Melalui keterlibatan dalam ajang internasional, UM berkomitmen mendorong mahasiswa tidak hanya sekadar berkreasi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berkelanjutan dan kompetitif.

Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it