Malang — Universitas Negeri Malang (UM) semakin progresif dengan menjadi tuan rumah cabang International Science, Technology and Innovation Centre for South-South Cooperation under the auspices of UNESCO (ISTIC). Peresmian berlangsung di Ruang Kaca Publika, Graha Rektorat UM, Selasa (5/5), sekaligus menandai penguatan posisi UM dalam jejaring kolaborasi sains global berbasis negara-negara Global South.
Momentum ini menjadi tonggak strategis bagi UM dalam mendorong paradigma baru pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Peresmian tersebut dihadiri Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., jajaran pimpinan universitas, serta delegasi ISTIC, di antaranya Prof. Dr. Mohd Baryaruddin Abdul Rahman, Mdm. Tongbu Sharizad Tengku Dahlan, dan Dr. Intan Sazrina Saimy.
Dalam sambutannya, Prof. Hariyono menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mengintegrasikan natural science dengan social science and humanities. Ia menekankan pentingnya membangun ilmu pengetahuan yang tidak tercerabut dari akar sosial dan budaya.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian dari kebudayaan. Karena itu, pengembangannya harus berakar pada nilai dan perspektif yang utuh,” ujarnya.
Sementara itu, Chairman ISTIC Prof. Dr. Mohd Baryaruddin Abdul Rahman menilai kemitraan ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga mengangkat kekuatan kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan intelektual negara-negara Selatan. Prof. Dr. Mohd bahkan menyebut UM sebagai mitra strategis yang unggul dalam kolaborasi internasional.
“Ada beribu universitas di Indonesia, tetapi Malang adalah yang terbaik bagi kami, terutama dalam interaksi dan kerja sama. Banyak proses kerja menjadi lebih mudah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan peran penting ISTIC dalam mendorong lahirnya talenta unggul yang holistik, khususnya dalam pengembangan kebijakan sains. “Peranan utama ISTIC adalah untuk producing holistic talents, terutama dalam pembangunan science policy yang memberi dampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran ISTIC di UM diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global melalui riset dan inovasi yang relevan. Inisiatif ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Quality Education), dengan mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang inklusif dan berorientasi global.
Lebih jauh, langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UM sebagai motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai lokal namun berdampak global. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis lahirnya inovasi dan kebijakan sains yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.
Pewarta: Keynisya Pentania Sofyani – Internship Humas UM
Fotografer: Nabila Nisrina Rihab, Abdul Aziz Tri Nugroho – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
