
Malang – Indonesia terus berupaya melestarikan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Namun, perkembangan teknologi yang pesat menuntut adanya inovasi agar produksi batik dapat bersaing di era ekonomi kreatif dan teknologi. Universitas Negeri Malang (UM) melalui Dr. Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd., meluncurkan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Micro Learning untuk mempercepat keterampilan edusosiopreneurship dan technopreneurship dalam produksi batik tulis, batik lukis, serta batik ecoprint.
Program MOOC ini tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga mengintegrasikan kewirausahaan sosial (edusosiopreneurship) dan teknologi (technopreneurship) untuk membentuk generasi muda yang mampu menghasilkan batik berkualitas dan memahami strategi bisnis berkelanjutan sesuai standar ASEAN. “Program ini merupakan solusi menggabungkan pendidikan kewirausahaan dan produksi batik. Kami berharap peserta memanfaatkan teknologi untuk berinovasi di bidang batik serta meningkatkan daya saing di pasar ASEAN,” ujar Dr. Ike Ratnawati.
Kursus yang berlangsung dari Mei hingga November 2024 ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas. Dengan akses yang mudah dan biaya terjangkau, program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan di bidang batik tanpa batasan geografis.
Selain memperluas akses pendidikan, pengembangan MOOC ini diharapkan mampu mengangkat citra batik Indonesia di pasar internasional. Peserta kursus didorong untuk mengembangkan produk yang tetap mempertahankan identitas lokal, namun siap bersaing di tingkat global. Dengan begitu, diharapkan lahir wirausahawan muda yang tidak hanya terampil dalam memproduksi batik tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan global.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis standar ASEAN, program MOOC ini menjadi inovasi strategis yang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya batik dengan pendekatan modern.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
