
Malang – Terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang seni rupa, Universitas Negeri Malang (UM) mengintegrasikan virtual laboratory dalam pembelajaran seni lukis. Inisiatif ini menjadi langkah tepat di era digital untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam bagi mahasiswa.
Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd., dosen seni rupa UM yang menginisiasi program ini, menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman komprehensif mahasiswa terhadap seni lukis. “Virtual laboratory bukan sekadar teori, tapi menjadi media simulasi yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan materi. Ini mendukung Problem Based Learning (PBL) dan Adaptive Hybrid Learning, sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini,” ungkap Abdul Rahman.
Selain memperkuat pemahaman teoretis, virtual laboratory di bidang seni lukis ini juga dirancang untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa melalui pendekatan problematika nyata yang perlu dipecahkan. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai kasus yang merangsang pemikiran kritis dan kemampuan pemecahan masalah, menjadikan proses pembelajaran lebih dinamis.
Perangkat ini tidak hanya memfasilitasi simulasi teknik melukis, tetapi juga menyajikan studi kasus seni kontemporer. “Mahasiswa diajak memahami konteks sosial dan budaya seni lukis, memberikan landasan teoritis dan praktis yang kuat agar siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Abdul Rahman.
Program ini diharapkan tak hanya meningkatkan kualitas pendidikan seni di UM, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni pendidikan berkualitas bagi semua. Dengan adanya virtual laboratory, mahasiswa bisa belajar tanpa batasan ruang dan waktu, memperluas akses pendidikan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan industri seni modern.
Integrasi ini memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran berbasis teknologi, mendorong pengembangan kompetensi dan kreativitas di bidang seni. Melalui pengalaman interaktif, mahasiswa dapat mengeksplorasi konsep artistik, bereksperimen dengan alat digital, dan mengembangkan keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan industri seni kontemporer.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
