
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Unit Pelaksana Teknisi (UPT) Pusat Pengkajian Pancasila (P2P) Universitas Negeri Malang (UM) sukses selenggarakan sarasehan nasional Pancasila dengan tema ”Kelahiran Pancasila: Perspektif Sejarah dan Konstitusi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting Kamis (02/06) pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjut oleh sambutan dari Kepala UPT Pusat Pengkajian Pancasila UM, Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada kedua pemateri yang menyempatkan waktu untuk membagi ilmu dan wawasannya pada sarasehan nasional tersebut. Pemateri yang dimaksud adalah Dr. Heri Santoso, S.S., M.Hum., selaku Kepala Laboratorium Filsafat Nusantara (LAFINUS) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Dr. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum., selaku Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Sejarah UM.
Kepala UPT P2P memaparkan bahwa tujuan utama diadakannya sarasehan ini tidak lain adalah untuk mengkaji lebih lanjut mengenai kronologi kelahiran Pancasila menurut para ahli yang hadir. Hal ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa masih banyak masyarakat yang salah paham mengenai tanggal kelahiran dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. ”Sejarah Pancasila itu tidak hanya penting untuk diingat, tetapi juga penting bagi kita untuk dapat memaknai Pancasila sebagai dasar negara dan dasar berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelasnya sebelum menutup sambutan.

Kegiatan dilanjut dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial UM, Rista Ayu Mawarti, S.Pd., M.Pd. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Dr. Heri yang dimulai dengan mengartikan istilah Pancasila dari berbagai aspek dan sudut pandang. Maraknya berita bohong atau hoax yang sangat cepat beredar melalui media sosial mengenai hari lahir Pancasila menjadi masalah yang harus ditangani. Perdebatan yang terjadi di masyarakat mengenai kelahiran Pancasila ini mungkin terjadi karena beberapa faktor, seperti berbedanya sumber rujukan, perbedaan perspektif, adanya kepentingan suatu golongan, dan faktor-faktor lain. Beliau memaparkan bahwa perdebatan antara hari kelahiran Pancasila antara 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 sebenarnya merupakan runtutan kronologi Pancasila sebagai dasar negara yang sama pentingnya. ”Energi kita punya sekarang sebaiknya kita fokuskan untuk mengembangkan Pancasila masa kini dan proyeksi ke depan dengan belajar dari masa lampau,” tambahnya.
Pemaparan materi dilanjutkan oleh Dr. Dewa yang menekankan bahwa sebagai warga negara yang baik harus belajar dan tidak melupakan sejarah yang ada. Beliau menjelaskan bahwa sebagai warga negara harus menelaah sejarah yang sudah terjadi dan mencari akar harmoni dari peristiwa-peristiwa tersebut, bukan hanya menimbulkan konflik-konflik yang tidak dibutuhkan dalam menjaga kesatuan dan persatuan negara. ”Jangan sampai perdebatan-perdebatan yang ada ini sampai membuat kita lupa untuk membangun masa depan,” pesan Dr. Dewa pada pemaparan materinya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang diikuti sangat antusias oleh para peserta. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua pemateri.
Pewarta: Nawal Kamilah Ismail – Internship Humas UM
Editor : Nike V. Yuarko
