
Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar workshop Cross-Cultural Understanding (CCU) untuk membantu mahasiswa luar negeri mengatasi gegar budaya selama studi di Indonesia. Acara berlangsung di Aula AVA, Gedung D14, Fakultas Sastra, pada Rabu (30/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., dan Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A., sebagai pemateri, serta melibatkan mahasiswa dari Yala Rajabhat University, Thailand, dan mahasiswa UM yang akan mengikuti program Asisten Mengajar Internasional (AMI).
Dalam sambutannya, Prof. Kusubakti Andajani menegaskan pentingnya memahami perbedaan budaya untuk menciptakan harmoni dan mencegah kesalahpahaman antarbudaya. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu beradaptasi lebih baik dengan budaya baru dan menjalin hubungan yang positif dengan masyarakat lokal,” ujarnya.
Workshop ini dibuka dengan sesi interaktif, dimana peserta diminta menjawab pertanyaan melalui QR code tentang pandangan mereka terhadap culture shock. Dr. Mirjam Anugerahwati kemudian menjelaskan tahapan adaptasi budaya, yaitu honeymoon period, culture shock, initial adjustment, mental isolation, hingga acceptance and integration. “Setiap individu pasti mengalami culture shock, baik ringan maupun berat. Misalnya, perubahan dari daerah panas ke daerah dingin dapat menjadi salah satu penyebab,” paparnya.
Selain itu, Dr. Mirjam juga membahas berbagai konflik budaya yang mungkin terjadi, seperti akibat salah tafsir, etnosentrisme, stereotip, dan prasangka. Ia menambahkan bahwa culture shock dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti language shock, food shock, hingga social norms shock. “Memahami tipe-tipe ini membantu kita mengenali dan mengatasi tantangan dalam adaptasi budaya,” tambahnya.
Memasuki sesi tanya antara mahasiswa internasional dan mahasiswa UM berlangsung hangat. Peserta berbagi pengalaman dan strategi menghadapi tantangan budaya. Acara diakhiri dengan permainan kelompok yang bertujuan mempererat hubungan antarpeserta, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong inklusivitas dan pemahaman antarbudaya.
Pewarta: Putri Wahyuni N – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
