Stellenbosch – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperluas jejaring internasional untuk mempercepat lahirnya inovasi berdampak global melalui kolaborasi strategis dengan International Science, Technology and Innovation Centre for South-South Cooperation under the auspices of UNESCO (ISTIC) dan Stellenbosch University International, Afrika Selatan. Pertemuan tripartit yang berlangsung di Stellenbosch, Selasa (23/6) ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Delegasi UM dipimpin langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd didampingi Wakil Rektor II, Prof. Adi Atmoko; Wakil Rektor III, Prof. Markus Dinatoro; Direktur Kantor Urusan Internasional, Dr. Sari Karmina; serta Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Abdul Kodir.
Sementara itu, delegasi ISTIC dipimpin oleh Professor ChM. Dr. Mohd Basyaruddin Abdul Rahman selaku Chair of ISTIC Governing Board, didampingi Madam Tengku Sharizad Tengku Dahlan (Director) dan Mr. Hazman Al-Hafiz Hazal (Assistant Programme Executive). Dari Afrika Selatan, Stellenbosch University International diwakili Rektor Prof. Deresh Ramjugernath bersama Dr. Nico Elema (Director, Centre for Collaboration in Africa) dan Mr. Moses Pieterse (Senior Program Manager, Unit for Partnerships).
Dalam sambutannya, Prof. Deresh Ramjugernath menyampaikan antusiasmenya terhadap peluang kerja sama dengan UM. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting karena Stellenbosch University tengah memperluas jejaring kemitraan di Asia Tenggara, dan UM menjadi universitas pertama dari kawasan tersebut yang melakukan kunjungan resmi ke kampus mereka.
“Kami sangat antusias menjalin kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang. Kehadiran UM menjadi langkah bersejarah karena merupakan universitas pertama dari Asia Tenggara yang berkunjung langsung ke Stellenbosch University. Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan riset dan program akademik bersama,” ujar Prof. Deresh Ramjugernath.

Hasil pembahasan antara UM, Dr. Nico Elema, dan Mr. Moses Pieterse menghasilkan sejumlah kesepakatan awal. Kedua perguruan tinggi sepakat memulai kolaborasi pada bidang riset Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), pengembangan program seed funding untuk isu water security, serta berbagai inovasi yang berorientasi pada penyelesaian tantangan global.
Menanggapi peluang tersebut, Rektor UM Prof. Hariyono, mengusulkan percepatan kolaborasi antarpeneliti melalui berbagai program akademik. Salah satu langkah yang ditawarkan ialah menghadirkan pakar dari Stellenbosch University International sebagai external examiner bagi mahasiswa program doktor di UM.
“Kami berharap kolaborasi ini segera diwujudkan melalui riset bersama dan keterlibatan para akademisi Stellenbosch University sebagai external examiner. Interaksi ilmiah tersebut akan memperkuat kualitas penelitian sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Prof. Hariyono.
Selain memperkuat kerja sama penelitian, kedua institusi juga membahas pengembangan mobilitas mahasiswa melalui program student exchange. Stellenbosch University International menyatakan minatnya mengirim mahasiswa ke UM untuk mempelajari keragaman sosial, budaya, dan perkembangan pendidikan di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara.
Program tersebut diyakini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring internasional yang akan mendukung karier mereka di masa depan. Bagi dosen dan peneliti, kolaborasi ini membuka peluang publikasi bersama, pertukaran keahlian, hingga pengembangan riset yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
Pertemuan di Stellenbosch menjadi tonggak penting dalam memperkuat South-South Cooperation atau Kerja Sama Selatan-Selatan. Sinergi antara UM, Stellenbosch University International, dan ISTIC UNESCO diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.
Kolaborasi internasional ini juga mencerminkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kolaborasi akademik, SDG 7 melalui pengembangan riset energi berkelanjutan, SDG 13 melalui inovasi penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 melalui kemitraan global yang mempercepat lahirnya solusi bagi berbagai tantangan pembangunan dunia.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
