
Malang. Indonesia saat ini tengah dalam fase new normal. Dunia Pendidikan menjadi salah satu yang terkena dampak cukup besar. Banyak hal dalam dunia Pendidikan yang harus beradaptasi dengang kondisi saat ini diantaranya adalah Kajian dan Praktik Lapangan. Terkait hal tersebut Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) mengadakan webinar Model Kajian dan Praktik Lapangan di Era New Normal.
Webinar yang dilaksanakan pada Sabtu (4/7) ini menghadirkan narasumber Ketua LP3 UM, Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., Ketua LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, ST., M.Pd., dan Kepala SMAN 3 Kota Malang, Asri Widiapsari, M.Pd.

“Praktik kerja lapangan itu adalah praktik mahasiswa di sekolah. Karena semester depan mayoritas sekolah masih melakukan pembelajaran secara daring, maka perlu perubahan dari pelaksanaan kegiatan ini. Dimana biasanya kegiatan dilakukan secara tatap muka, kita rubah menjadi kegiatan secara daring,” ucap Drs. I Wayan Dasna dalam sambutannya.

Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, ST., M.Pd. menjelaskan bahwa pelaksanaan Praktik Kerja (PK) di UNY dilakukan berdasarkan keputusan rektor. Dimana kesehatan mahasiswa adalah hal yang paling utama. “Mahasiswa UNY tetap melakukan PK dan KKN namun di tempatnya masing-masing. Hal ini dilakukan karena kami tidak ingin nantinya timbul cluster baru akibat dari PK dan KKN yang dilakukan,” jelasnya.

Selanjutnya, Asri Widiaspari, M.Pd. menyampaikan tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring. “Siswa sedikit kurang memahami materi yang disampaikan, belum lagi masalah sinyal, kuota dan semangat belajar yang rendah ketika belajar dari rumah. Selain itu guru juga mengalami beberapa kendala seperti waktu yang terbatas, kesulitan memantau murid, dan tak jarang murid merasa jenuh dalam pembelajaran,” ucapnya.
Asri Widiaspari juga menyampaikan dari tantangan yang dihadapi pihaknya telah melakukan evaluasi. Dimana nantinya akan dirancang solusi dan tindak lanjut yang dapat dilakukan agar pembelajaran secara daring efektif dilakukan.
Pewarta : Muhammad Zaid Alkhair – Internship Humas UM
