
Malang – Transformasi digital di bidang kesehatan masyarakat semakin diperkuat. Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelatihan Geographic Information System (GIS) bagi alumni IKM, sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengelolaan data spasial berbasis teknologi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk Digitalisasi Data Hasil Surveilans Kesehatan yang dilaksanakan secara daring setiap Sabtu, selama April hingga Juni 2025. Peserta pelatihan terdiri atas alumni IKM angkatan 2013 dan mahasiswa aktif angkatan 2022.
“Transformasi digital harus direspons cepat oleh para tenaga kesehatan masyarakat. Pelatihan ini kami rancang agar alumni mampu mengelola data spasial secara profesional untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” ujar Ketua Pelaksana, Nohan Arum Romadlona, M.K.M.
Pelatihan berlangsung dalam enam sesi dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, dan Universitas Indonesia. Materi yang diberikan mencakup pengenalan QGIS, normalisasi data, overlay-buffering, pemanfaatan GPS, dan kartografi. Setiap sesi dilengkapi dengan praktik langsung, tugas terstruktur, serta ditutup dengan post-test dan pemberian e-sertifikat ber-SKP.
Sebanyak 66 peserta tercatat mengikuti sesi pertama dan tetap aktif hingga akhir pelatihan, meskipun sebagian besar telah bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, terbukti dari selisih skor pre-test dan post-test yang bermakna secara statistik.
Melalui program ini, UM menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan profesional alumni serta berkontribusi pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas. Harapannya, UM terus menjadi ruang belajar yang adaptif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di era digital.
Pewarta: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
