Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
UM menargetkan Masjid Al-Hikmah menjadi pusat spiritual, sosial, dan intelektual. Kehadiran program ini diharapkan memberi manfaat luas, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar kampus.

Malang – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (26/9), saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dirangkai dengan peluncuran Program Kerja Masjid Al-Hikmah periode 2025–2028. Acara ini dihadiri Jajaran pimpinan UM, sivitas akademika, pengurus masjid, serta masyarakat sekitar.

Ketua pelaksana, Dr. Febri Taufiqurrahman, M.Hum., mengungkapkan bahwa program kerja mencakup empat bidang utama: ketakmiran, pendidikan dan kajian, layanan sosial, serta pemberdayaan muslimah. “Masjid Al-Hikmah tidak hanya menjalankan ibadah rutin seperti shalat berjamaah, Jumat, dan peringatan hari besar Islam. Kami juga menyediakan layanan muallaf, pembinaan muslimah, hingga pengembangan usaha mandiri demi mendukung kemandirian umat,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar, dilanjutkan pengajian Maulid Nabi pada siang hari, dan ditutup kajian tematik sore harinya. “Kami berharap masjid ini menjadi rumah yang nyaman, sumber keberkahan, sekaligus wadah mempererat silaturahmi antara sivitas akademika dengan masyarakat,” imbuh Dr. Febri.

Mewakili Rektor UM, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menegaskan pentingnya peran strategis Masjid Al-Hikmah yang telah berdiri sejak 1980-an. Beliau menyebut masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga laboratorium pendidikan Islam. “Program kerja harus relevan dengan kebutuhan jamaah. Aspirasi jamaah akan dijaring secara terbuka agar kegiatan benar-benar sesuai harapan sivitas akademika,” tegasnya.

Prof. Munjin juga menyoroti inovasi pelayanan, salah satunya penyediaan dua sesi shalat Zuhur untuk menyesuaikan jadwal kuliah mahasiswa. “Ini bentuk ikhtiar agar aktivitas akademik tetap berjalan tanpa mengurangi kesempatan beribadah,” ujarnya.

Dengan program kerja tiga tahun mendatang, UM menargetkan Masjid Al-Hikmah menjadi pusat spiritual, sosial, dan intelektual. Kehadiran program ini diharapkan memberi manfaat luas, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar kampus.

Pewarta: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
Fotografer: Wahyu Fajar N. – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it