
Malang— Universitas Negeri Malang (UM) melalui UPT Laboratorium Pendidikan Agama kembali mengadakan Talk Show Sinau bertema “Menguatkan Tabayun dan Rahmah dalam Bermedia Sosial: Perspektif Fiqih dan Psikologi” di Aula FEB D10 Lantai 4. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu K.H. Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I., Dosen Sastra Arab Fakultas Sastra UM, dan Dr. Mohamad Mahpur, S.Ag., M.Si., Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
K.H. Dr. Faris Khoirul Anam membuka sesi pertama dengan menyampaikan materi dari sudut pandang fiqih, menyoroti perilaku netizen Indonesia yang kerap dianggap kurang sopan dalam bermedia sosial. Ia menegaskan pentingnya tabayun—verifikasi informasi—sebagai prinsip utama dalam Islam ketika menghadapi berita yang belum jelas kebenarannya. “Saat menerima kabar yang belum pasti, penting untuk memverifikasinya sebelum menyebarkannya. Ini adalah bagian dari tabayun, yang merupakan kewajiban dalam ajaran Islam,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dampak negatif tulisan di media sosial lebih berbahaya dan permanen dibandingkan ucapan langsung. Oleh karena itu, ia mengingatkan netizen agar selalu berhati-hati dalam setiap kata yang mereka tuliskan di dunia maya. Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Mohamad Mahpur yang membahas fenomena negatif dalam bermedia sosial dari sudut pandang psikologi, seperti cyberbullying, pelecehan, pengucilan, hingga pembocoran informasi pribadi tanpa izin.
“Media sosial sering menjadi tempat subur bagi perilaku toxic seperti ini. Penting bagi kita untuk mengembangkan sikap rahmah atau kasih sayang dalam berinteraksi di dunia maya,” jelasnya. Ia menekankan bahwa perilaku toxic dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan mental seseorang, bahkan berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang.
Acara ini disambut antusias oleh peserta, yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang. Diharapkan dengan adanya talk show ini, pengguna media sosial, terutama kalangan akademisi, dapat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4, yaitu pendidikan berkualitas yang juga mendorong etika dan tanggung jawab sosial.
Pewarta: Afgian Gala Mahiya Ikhsan – Internship Humas UM
Foto: Muhammad Ridho Maulana – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
