Sarana Akademik

Sarana Akademik

Untuk meningkatkan integritas dan kualitas lulusannya, proses belajar-mengajar di UM didukung secara penuh oleh seperangkat fasilitas dan sarana akademik. Dengan adanya berbagai sarana akademik ini, lulusan UM memperoleh bekal yang proporsional antara pengetahuan dari ruang kuliah dengan keterampilan penting; antara aspek teoritis dengan pengalaman praktis; antara konsep-konsep abstrak dengan kegiatan nyata; antara tugas yang telah ditentukan oleh dosen saja (terstruktur) dengan kegiatan mandiri.

Beberapa sarana akademik penting yang diperlukan dan terdapat di UM antara lain laboratorium, bengkel, studio, hotspot, kebun percobaan, kebun bibit,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), terdiri atas Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Pendidikan (P3P); Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Sains, Teknologi Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual (P3STIHKI); Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidamg Sosial, Humaniora, Olahraga dan Kesehatan (P3SHOK); Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Ekonomi dan Kewi­rausahaan (P3EK); Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Jender dan Kependudukan (P3JK); Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Lingkungan Hidup dan Manajemen Bencana Alam (P3LHMBA); dan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (P2SWKKN).

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3), terdiri atas Pusat Pengem­bangan Kurikulum, Pembelajaran dan Penilaian (P2KP); Pusat Pengembangan Sumber Belajar (P2SB); Pusat Pengembangan Matakuliah Universiter (P2MU); Pusat Pengembangan Program Pengalaman Lapangan (P4L); Pusat Pengembangan Kehidupan Beragama (P2KB); Pusat Pengem­bangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM); dan Pusat Pengembangan Pendidikan Profesi Guru (P4G), Serta dilengkapi dengan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT), antara lain: UPT Perpustakaan, UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, UPT Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan, UPT Pusat Pengkajian Pancasila, UPT Satuan Penjaminan Mutu, dan Balai Bahasa dan Budaya. Adapula perangkat pendukung lainnya yaitu: Unit Hubugan Internasional, Pusat Bahasa Mandarin, Poliklinik, dan Penerbitan-percetakan.

Laboratorium, Bengkel, dan Studio

Untuk memadukan aspek konsep dengan empirik (realita), aspek teoritis dengan praktis, dan aspek pengetahuan dengan keterampilan, maka kegiatan proses belajar-mengajar di UM ditunjang oleh beberapa laboratorium, bengkel, studio, atau pun kebun percobaan

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mempunyai laboratorium yaitu Bimbingan dan Konseling, Teknologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Luar Sekolah, Kepen­di­dikan Sekolah Dasar dan Prasekolah,  dan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Sastra (FS) mempunyai laboratorium yaitu: Seni dan Desain, Laboratorium Drama, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, English Self Accesss Center, Pusat Bahasa Mandarin, Mediothek, Microteaching, Studio Keramik, Studio Grafis, Studio Gambar, Studio Fotografi, Studio Videografi, Studio Rendering, Studio Tari, Studio Musik, Studio Gamelan, Studio Patung. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mempunyai laboratorium yaitu mempunyai laboratorium yang terdiri atas Laboratorium Matematika, Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia, Laboratorium Biologi, Laboratorium IPA, dan Laboratorium Bersama (Sentral). Laboratorium Matematika terdiri atas sub laboratorium komputasi dan sub laboratorium PBM Matematika. Laboratorium Fisika terdiri atas sub-sub laboratorium, yakni sub lab fisika dasar, sub lab fisika komputasi, sub lab elektronika dan instrumentasi, sub lab PBM fisika, sub lab elektro magnetis, dan sub lab fisika modern, dan memiliki peralatan Xray Fluoresence (untuk analisis kandungan unsur – mulai dari Natrium -Uranium- di dalam bahan cair, padat dan serbuk), Programable Controller Furnace (untuk penum­buhan kristal padat), dan Vacum Evaporator (untuk pe­numbuhan lapisan tipis). Laboratorium Kimia terdiri atas sub-sub laboratorium yakni sub lab Kimia Dasar, sub Lab Kimia Organik, sub Lab Kimia Fisik, sub Lab Kimia Analitik, sub Lab Biokimia, sub Lab PBM Kimia, dan sub Lab Kimia Anorganik, dan memiliki set alat Kromatografi Gas (untuk analisis kandungan bahan organik, khususnya atsiri), Spekrofotometer UV-Vis (untuk analisis struktur senyawa organik dan senyawa kompleks), dan Spektrofotometer Serapan Atom (untuk analisis kandungan unsur logam). Laboratorium Biologi terdiri atas sub-sub laboratorium yakni sub Lab PBM Biologi, sub Lab Ekologi, sub Lab Fisiologi Tumbuhan, sub Lab Botani, sub Lab Fisiologi Hewan, sub Lab Zoologi, sub Lab Mikrobiologi, sub Lab Kultur Jaringan Tumbuhan, sub Lab Genetika, sub Lab Mikroteknik, dan sub Lab Kultur Jaringan Hewan, dan memiliki 1 set alat PCR (untuk amplifikasi DNA), Flourescen Microscope (untuk analisis struktur seluler), Elektroforesis DNA dan Protein (untuk identifikasi DNA dan protein), Laminar Air Flow dan Inkubator CO2 (untuk kultur sel hewan). Laboratorium Bersama (Sentral) terdiri atas sub lab Nanopartikel, sub lab mikroanalis, sub lab geofisik, dan memiliki peralatan penting antara lain Scanning Electron Microscopy (SEM), EDAX, X-Ray Diffraction (XRD), Forrie Transform Infra Red (FTIR), Total Organic Carbon Analyser, Gas Cromatography and Mass Spectroscopy (GCMS), X-Ray Fluorosence (XRF), PCR dan RFPCR, Nanovoltmeter, AC/DC Current Source and LCZ Meter, Ground Penetrating Radar (GPS). Semua peralatan Lab Sentral tersebut sangat mendukung kegiatan riset terutama riset di dalam bidang teknologi Nano. Di samping itu juga FMIPA memiliki Workshop, dan Kebun Percobaan. Fakultas Ekonomi (FE) memiliki laboratorium yaitu Laboratorium Komputer Jurusan Manajemen, Laboratorium Komputer Jurusan Akuntansi, dan Labora­torium Komputer Jurusan Ekonomi Pembangunan, Laboratorium Micro Teaching, Laboratorium Tax Center, Laboratorium Creative Center, Laboratorium Bursa Efek Indonesiaa (BEI), Laboratorium  Pusat Data Bisnis (PDB), Laboratorium  Perbankan Syariah, Laboratorium Pasar Modal, Laboratorium Pengem­bangan Ekonomi Wilayah, Laboratorium Pengembangan Media Pembelajaran, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Mini Office, Laboratorium Mini Market, Laboratorium Akuntansi Manual, Laboratorium Teknologi Perkantoran dan Perpustakaan. Fakultas Teknik (FT) mempunyai laboratorium: Laboratorium Teknik Mesin, Laboratorium Teknik Sipil, Laboratorium Teknik Elektro, dan Labora­torium Teknologi Industri. Fakultas Ilmu Keolah­ragaan (FIK) memiliki 2 jenis Laboratorium, yaitu Laboratorium tertutup dan Laboratorium terbuka. Laboratorium tertutup terdiri atas: Labora­torium Erobik, Laboratorium Fitness, dan Laboratorium Masase, Senam, Bulutangkis, Pencaksilat, Yudo, Tenis Meja, dan Latihan Beban. Laboratorium terbuka terdiri dari Lapangan dan Stadion. Lapangan untuk: Tenis Lapangan, Bolavoli Pantai, Bolabasket, Bolavoli, sedangkan Stadion untuk: Atletik, Sepakbola, Bolatangan, Sofball, Permainan Tradisional, dan Kolam Renang. Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mempunyai Laboratorium Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) yang terdiri dari laboratorium: hukum, politik, sosial, budaya, Laboratorium Sejarah yang terdiri dari laboratorium: historiografi, museologi, multimedia; Laboratorium Geografi yang terdiri dari laboratorium: kartografi, penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, geografi fisik, geografi manusia, pendidikan dan laboratorium pendidikan IPA. Fakultas Pendidikan Psikologi memiliki Labora­torium Psikologi, Labora­torium Psycho Center untuk layanan konsultasi psikologi, psikotes, terapi, dan pelatihan atau training.

Mengingat banyaknya peralatan, sarana, dan kegiatan yang terdapat di masing-masing labo­ra­torium, workshop, bengkel, studio, dan kebun percobaan, maka uraian mengenai hal ini tidak disajikan di katalog universitas, tetapi bisa dilihat secara rinci di katalog fakultas masing-masing dan Pascasarjana.

UPT Perpustakaan

Perpustakaan sebagai lembaga penunjang universitas selalu mendukung untuk peningkatan mutu lulusan mahasiswanya. Sejak tahun 2009 Perpustakaan Universitas Negeri Malang menyediakan layanan perpustakaan digital atau E-Library yaitu jurnal online. Jurnal online internasional Pro-Quest Ebsco dan Gale Engage yang di langgankan melalui DIKTI. Akses e-journal melalui komputer dapat dilakukan di ruang majalah dan akses internet melalui hotspot. Alamat situs jurnal online dapat dilihat melalui website Perpustakaan di laman http://library.um.ac.id.

Fasilitas layanan E-Library lainnya adalah OPAC (Online Public Catalog) yang terdiri atas koleksi muatan lokal (MULOK) Universitas Negeri Malang dan koleksi buku. Koleksi buku dan Mulok berisi karya ilmiah skripsi tugas akhir tesis disertasi dan pidato guru besar dalam bentuk abstrak maupun fulltext. Akses database tersebut dapat dilakukan melalui internet dengan alamat http://mulok.library.um.ac.id.

Pengembangan koleksi pustaka (teks Indonesia/Inggris) melalui dana pengadaan yang bersumber Dana PNBP dan dana BOPTN pada tahun 2013 jumlah koleksi secara keseluruhan sebanyak 40.495 judul atau 98.175 eksemplar. Pemilihan koleksi buku tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa. Usulan pengadaan buku baru oleh mahasiswa dapat dilakukan dengan mengisi form elektronik yang terdapat pada Menu OPAC. Dengan strategi tersebut diharapkan sumber informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kemudahan dalam pemberian layanan kepada civitas akademika menjadi prioritas pengembangan software system informasi perpustakaan terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan dalam pemberian layanan. Saat ini sistem Layanan Sirkulasi menggunakan layanan Mandiri. Mahasiswa dapat secara langsung melakukan peminjaman dan perpanjangan buku maupun peminjaman koleksi reserve secara mandiri melalui komputer yang disediakan di bagian layanan tanpa melalui petugas perpustakaan. Layanan penjejakan bebas pinjam perpustakaan dalam satu loket Tata Usaha.

Dalam rangka penyebaran informasi karya ilmiah melalui internet semua mahasiswa diwajibkan untuk upload abstrak ke website Universitas Negeri Malang. Upload karya ilmiah mahasiswa S1 dan mahasiswa diploma dilakukan melalui terminal komputer di Perpustakaan. Materi upload abstrak karya ilmiah telah memberikan kontribusi dalam perengkingan versi webometric sehingga website UM periode Januari 2013 menempati urutan ke 12 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan menempati urutan pertama untuk katagori universitas eks IKIP.

Universitas Negeri Malang pada tahun 2009 telah mengadakan nota kerjasama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta dalam bidang penyediaan koleksi berbahasa Arab. Kerjasama yang bernama “Arab Saudi Corner” menyediakan berbagai bahan pustaka tentang kajian ilmu keislaman dalam bentuk buku e-book dan artikel fulltext yang ditempatkan di Ruang Reserve Gedung Lantai III Perpustakaan. Pada tahun 2012 Perpustakaan UM melakukan kerjasama dengan Konjen Amerika di Surabaya untuk membengun layanan US Reference Center. Koleksi bantuan dari Kedutaan Besar Arab Saudi dan Konjen Amerika di Surabaya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan dipinjam maupun di download melalui sarana komputer yang telah disediakan. Tahun 2012 Perpustakaan UM menyediakan dua layanan baru yaitu Layanan Internet Gratis bagi mahasiswa yang tidak mempunyai notebook. Untuk layanan ini disediakan 10 PC yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan aktivitas yang terkoneksi dengan Internet dengan bandwidth 3Mbps. Selain itu di gedung perpustakaan dan sekitarnya sudah disediakan 2 titik layanan hotspot internet gratis yang dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiataan belajar mahasiswa.

UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pusat TIK) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Malang nomor 0117/KEP/H32/KL/2008 tanggal 18 Februari 2008 merupakan perluasan peningkatan status dan pengembangan fungsi UPT Pusat Komputer.

Berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2012 tentang organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT PTIK) merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Wakil Rektor IV.

UPT PTIK mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan: (1) penyusunan rencana program dan anggaran UPT PTIK (2) pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (3) pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi (4) pemberian layanan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengelolaan universitas dan program-program pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan pelaksanaan urusan tata usaha UPT PTIK.

Subbagian Tata Usaha yang mempunyai yang tugas melakukan urusan perencanaan keuangan kepegawaian persuratan kearsipan dan kerumahtanggaan dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha.

Sejalan dengan perkembangan sistem akademik dan pengembangan institusi UM UPT PTIK akan terus mengembangkan menyempurnakan dan mengevaluasi program-program yang telah dikembangkan oleh Pengembang TIK. Program pengembangan yang akan dilaksankan meliputi: pengembangan sistem informasi sistem pembelajaran elektronik sistem perpustakaan digital sistem tatakelola TIK dan sistem pendukung TIK yang terdiri dari pengembangan infrastruktur dan sarana prasarana TIK sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika UM.

UPT Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan (P2LP)

Unit Pelaksana Teknis (UPT) P2LP adalah perubahan dari Badan Pengembangan Laboratorium Pendidikan (BPLP) UM yang mampunyai tugas menglola dan mengembangkan Sekolah Laboratorium UM terdiri dari: (1) PAUD Laboratorium UM di Kota Blitar berlokasi di Jalan Kartini 17 Blitar terdiri dari 3 kelas 7 guru dan pegawai 44 siswa; (2) PG & TK Laboratorium UM berlokasi di Jl. Magelang 2 Malang terdiri dari 10 kelas 31 guru dan pegawai 128 siswa; (3) SD Laboratorium UM berlokasi di Jalan Veteran 1 Malang terdiri dari 20 kelas 69 guru dan pegawai 560 siswa; (4) SD Laboratorium UM di Kota Blitar berlokasi di jalan Ir. Sukarno 1 Kota Blitar terdiri dari 4 kelas 14 guru dan pegawai 100 siswa; (5) SDLB Autis Laboratorium UM berlokasi di jalan Semarang 5 Malang terdiri dari 7 kelas 21 guru & pegawai 38 siswa; (6) SMP Laboratorium UM berlokasi di jalan Simpang Bogor T 7 Malang tediri dari 19 kelas 53 guru & pegawai 601 siswa; (7) SMP Internasional Laboratorium UM berlokasi di jalan Veteran 1 Malang (satu manajemen dengan SD Laboratorium UM sebagai Pendidikan Dasar); (8) SMA Laboratrium UM berlokasi di jalan Bromo 16 Malang terdiri dari 26 kelas 67 guru & pegawai 890 siswa.

Selain sebagai laboratorium pengembangan keilmuan pendidikan Sekolah Laboratorium UM juga dikembangkan menjadi sekolah yang mempunyai keunggulan dalam prestasi kemandirian iman dan sosial sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan dan pembe¬lajaran bagi sekolah-sekolah pada umumnya.

Program pengembangan Sekolah Laboratorium UM dirumuskan dalam Program Mastery Progresif. Kata Mastery merupakan akronim dari Mandiri Manusiawi Tuntas Berkelanjutan dan Iman. Sementaran kata Progresif menunjuk kepada sistem pendidikan yang bersemangat terus maju dengan mengakomudasi inovasi-inovasi di bidang manajemen pendidikan dan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang dikembangkan diantaranya Mastery learning (belajar tuntas) Humanis (manusiawi) Individualized-study (belajar mandiri) Cooperative-learning (belajar bekerjasama) dan Continuous Progress (maju berkelanjutan).

Kajian dalam pengembangan kurikulum & pembelajaran menghasilkan pengembangan kurikulum standar Camridge Internasional Examination dipadukan dengan kurikulum nasional untuk tingkat SD SMP dan SMA termasuk model pembelajaran dan bahan ajarnya. Model ini sudah sampai pada tingkat desiminasi pada beberapa sekolah yang bermitra dengan sekolah labora¬torium. Hal ini dapat dilakukan karena Pendidikan Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang telah mendapatkan lesensi baik sebagai Cambridge International Center dan sebagai member of the Cambridge International Primary Programme dan Lower Secondary Programme dari Univercity of Cambridge International Examination.

Disamping dengan Univercity of Cambridge International Examination program pengem-bangan juga dilakukan bersama Pittsburg University USA. Jalinan kerjasama dalam rangka pengem¬bangan sekolah laboratorium telah dilakukan oleh UM dengan Pittsburg University.
Kajian dalam pengembangan ketenagaan menghasilkan model peningkatan kemampuan guru melalui lesson study guru cangkok (sandwich system) dalam upaya peningkatan guru baik guru sekolah laboratorium maupun guru binaan sekolah laboratorium.

UPT Pusat Pengkajian Pancasila (P3)

Pusat Pengkajian Pancasila adalah perubahan nama dari Laboratorium Pancasila yang dibentuk berdasarkan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang. Secara historis Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang atas prakarsa pejabat Rektor Prof. Darji Darmodiharjo S.H. dan dibentuk pada tanggal 5 Juli 1967 serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Rektor IKIP Malang Nomor: BUM 725/1967 tanggal 12 Oktober 1967.

Motivasi kelembagaan sebagai Pusat Pengkajian dan Pengembangan Dasar Filsafat Negara Pancasila terutama dengan visi-misi untuk menegakkan Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. Artinya Laboratorium Pancasila mengembangkan dan membudayakan Dasar Negara Pancasila sesuai dengan amanat UUD Proklamasi 45; karena Dasar (Filsafat) Negara Pancasila secara yuridis-konstitusional termaktub di dalam Pembukaan UUD 45. Inilah rumusan dasar negara dalam makna sebagai ideologi negara (ideologi nasional) yang bersifat imperatif. Artinya nilai dasar negara wajib ditegakkan dikembangkan diwariskan dan dilestarikan oleh semua kelembagaan negara melalui kebijakan Pemerintah untuk pedoman (pengamalan pendidikan dan pembudayaan) bagi semua warganegara. Imperatif bermakna juga bahwa nilai dasar negara mengikat dan memaksa semua yang ada di dalam wilayah kekuasaan hukum (kedaulatan) NKRI untuk menegakkan mengamalkan membudayakan dan melestarikannya dalam makna membela dari tantangan dan ancaman dari manapun: dalam dan luar negeri!.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.93 tertanggal 4 Agustus 1999 tentang Perluasan Mandat IKIP Malang menjadi Universitas Negeri Malang Laboratorium Pancasila IKIP Malang menjadi Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang. Seiring dengan perluasan mandat tersebut Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang merupakan unsur pelaksana pengkajian dan pengembangan Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan Bangsa Negara dan masyarakat Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang diubah menjadi UPT Pusat Pengkajian Pancasila.

Dalam menjalankan tugasnya UPT Pusat Pengkajian Pancasila menyelenggarakan fungsi (1) Penyusunan Rencana Program dan anggaran UPT Pusat Pengkajian Pancasila; (2) Pengembangan dan pengkajian Pancasila; (3) Melaksanakan Pengembangan Pendidikan karakter dan budaya bangsa; (4) Pelaksanaan Urusan tata usaha UPT Pusat Pengkajian Pancasila; (5) Melakukan pengkajian dan penelitian meliputi meliputi studi deduktif riset empirik riset strategik (riset jangkauan ke depan). Melakukan berbagai kajian penelitian pengembangan ideologi Nasional yang sinergis dengan UUD Proklamasi 1945; dan (6) Melakukan pengabdian masyarakat untuk pembangunan pendidikan dan pembelajaran dengan melakukan pemetaan pengembangan model-model pendidikan dan pembelajaran melakukan layanan konsultasi pelatihan dan pendampingan penelitian serta pengembangan pembelajaran formal informal dan nonformal.

  • Visi: Menjadi lembaga unggul dan terpercaya dalam pengembangan pengkajian dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara murni dan konsekuen.
  • Misi: Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan UPT Pusat Pengkajian Pancasila mengemban misi (a) Mengembangkan dan membudayakan Filsafat Pancasila sebagai sistem ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia; (b) Mengembangkan dan membudayakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara murni dan konsekuen; (c) Mengembangkan Kepribadian warga negara Indonesia yang setia dan bangga terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia; (d) Mengembangkan Pendidikan karakter dan budaya bangsa; (e) Membangun organisasi yang sehat dalam rangka penguatan tata kelola transparansi dan pencitraan publik menuju Pusat Kajian Pancasila yang otonom.
  • Tujuan:(a) Terbinanya pengertian dan penghayatan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia yang benar dan sah yang dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis-konstitusional dan ilmiah filosofis religius; (b) Teramalkannya Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara murni dan konsekuen dalam kehidupan bernegara dan kehidupan bermasyarakat; (c) Terbinanya peningkatan pemasyarakatan ideologi Pancasila; (d) Terbinanya sistem Pendidikan Pancasila termasuk Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan agar setiap warga negara menghayati dan mengamalkan Pancasila yang dapat dipertanggungjawabkan secara ideologis psikologis metodis dan sebagainya; (e) Tercukupinya buku-buku tentang Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sehingga memperkaya khasanah kepustakaan Indonesia; (f) Terjaminnya kelangsungan pembangunan Bangsa Indonesia demi terwujudnya tujuan nasionasl serta cita-cita bangsa seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945; (g) Terjaminnya kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan tetap lestarinya Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai perwujudan eksistensi dan identitas Nasional Indonesia.

Informasi lebih lengkap dan up to date dapat di akses di laman http://lab.pancasila.um.ac.id.

UPT Satuan Penjaminan Mutu

Sejak tahun 2007 dibentuk unit penjaminan mutu (UPM) dan gugus penjaminan mutu (GPM) yang berkedudukan di fakultas dan jurusan. Sebagaimana SPM UPM/GPM merupakan unit fungsional akademik di fakultas yang merupakan patner pimpinan fakultas/jurusan dalam pelaksanaan penjaminan mutu bidang akademik.

Tugas pokok penjaminan mutu internal bidang akademik dilaksanakan dengan mekanisme (a) merumuskan standar mutu berdasarkan visi-misi (b) melaksanakan standar yang ditetapkan (c) melaksanakan monitoring untuk menemukan kendala dan hambatan pelaksanaan program (d) melaksanakan evaluasi diri untuk menemu-kenali kondisi objektif (kekuatan dan kelemahan) diri (e) melaksanakan audit internal untuk mengetahui pencapaian standar dan (f) merumuskan langkah perbaikan dan atau merumuskan standar baru dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Pada tahun 2012-2013 SPM telah melaksanakan berbagai program di antaranya peningkatan SDM bidang audit akademik dan administrasi dan peningkatan implementasi penjaminan mutu dengan melaksanakan: (1) monitoring dan evaluasi pembelajaran dan analisis IPK pada yudisium; (2) melaksanakan audit akademik di fakultas pps dan lembaga serta prodi; (3) melaksanakan survei kepuasan layanan publik di unit-unit layanan yaitu (a) UPT Perpustakaan (b) Poliklinik (c) Subag Registrasi dan Statistik (d) Bagian Kemahasiswaan (e) Subag Pendidikan dan Evaluasi; 4) melaksanakan audit administrasi di BAU (sekarang BUK) dan BAAKPSI (sekarang BAKPIK); 5) melaksanakan lokakarya penyusunan borang akreditasi program studi jenjang Diploma Sarjana dan Pascasarjana; 6) melakukan pendampingan dan review internal terhadap 26 usulan akreditasi program studi; dan 7) melaksanakan evaluasi beban kerja dosen (BKD) semester gasal 2012/2013 secara online untuk yang pertama kali. Selain itu SPM sedang mengkoordinasikan penyusunan borang akreditasi institusi (AIPT) dengan target memperoleh nilai A.

Unit Hubungan Internasional (HI)

Hubungan Internasional memiliki fungsi untuk menginternasionalisasi universitas melalui berbagai program baik melalui program kerjasama yang dianjurkan pemerintah seperti program gelar bersama dan program gelar ganda maupun melalui berbagai terobosan yang dapat di upayakan seperti: (a) penggalangan dana dari berbagai lembaga dalam dan luar negeri (b) pendirian pusat-pusat yang dapat menjadi jembatan kerjasama antara UM dengan universitas dan lembaga di luar negeri. Dengan demikian Hubungan Internasional menjalankan fungsinya dengan merancang menyusun strategi mencari pendanaan dan sumber daya dari dalam dan luar negeri untuk melaksanakan kerjasama luar negeri universitas pada tingkat bilateral multilateral dan plurilateral. Kerjasama luar negeri melingkupi kerjasama akademik dan nonakademik (PP No. 17/2010) yaitu pengelolaan perguruan tinggi pendidikan penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Permendiknas 26/2007). Kegiatan sehari-hari Hubungan Internasional berurusan dengan sektor jasa pendidikan tinggi yang sangat mementingkan kualitas untuk kepentingan nasional berdasarkan kepentingan dan kepercayaan bersama dengan universitas atau lembaga mitra. Tujuannya adalah untuk mengangkat peringkat universitas menjadi World-Class University. Sekalipun demikian pada saat ini HI lebih mementingkan untuk menyediakan pendidikan dan pengalaman internasional bagi mahasiswa Indonesia. Prioritas ini sangat penting bagi pengembangan SDM di Indonesia.

Penerbit-Percetakan UM

Penerbit UM (UM Press) didirikan pada tanggal 16 Desember 1988. Saat ini telah menerbitkan buku-buku Sekolah Dasar Sekolah Menengah Perguruan Tinggi dan Umum. Sebagai lembaga penerbitan UM Press berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan dalam bentuk penerbitan buku dengan penulis yang berkompeten baik dari UM maupun dari luar UM.

Sejak tanggal 27 Juni 1989 UM Press menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan nomor 00/JTI. Sampai saat ini terlibat aktif di kepengurusan IKAPI Jatim dan memperoleh penghargaan Pemerintah (mendikbud) di bidang perbukuan nasional sebagai penerbit yang berpartisipasi aktif dalam proyek PBMB (Pengembangan Buku dan Minat Baca).

Judul-judul buku yang cukup populer dan luas penyebarannya antara lain buku Sentra untuk PAUD buku Bahasa Inggris untuk SD Bahasa Indonesia SD Sains SD IPS SD Matematika SD Sains SMP Matematika SMP Bahasa Indonesia untuk SLTP Fisika Untuk SLTP Bahasa Indonesia untuk SMA dan Buku Bahasa Inggris untuk SMA. Buku-buku IPS Ekonomi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dinyatakan sebagai buku paket wajib yang telah mendapat pengesahan dari mendikbud. Buku IPS SD Buku Bahasa Indonesia SMP dan Buku Bahasa Indonesia SMA telah dinyatakan lolos penilaian yang dilakukan oleh PUSBUK.

Selain penerbitan mulai tahun 1992 UM Press mengembangkan percetakan sebagai unit produksi yang pada saat ini telah berkembang pesat. Selain menangani percetakan buku-buku UM Press juga telah mampu melayani pesanan bahan-bahan cetak dari luar seperti unit-unit kerja yang ada di UM beberapa lembaga dan perguruan tinggi di Malang dan luar Malang. Bahan bahan cetak yang dapat dilayani dengan baik saat ini antara lain: buku-buku pedoman dan Panduan Akademik Jurnal-Jurnal ilmiah brosur bahan-bahan kuliah kalender undangan leaflet dan lain-lain.

Untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut unit percetakan UM saat ini telah memiliki beberapa unit antara lain: unit setting unit repro dan unit cetak dengan peralatan yang sangat memadai. Untuk unit repro didukung 2 mesin Plate Maker sedangkan untuk unit cetak didukung oleh 1 Mesin cetak offset Roland Plano Perfecting 1 mesin cetak Oliver sakurai 84 dan 12 mesin cetak kecil terdiri dari: 4 mesin Riso 3 mesin foto copy 3 mesin potong 1 mesin lem 1 mesin toko.