image_pdf

Sebagai bentuk penguatan kerjasama dan pengembangan ilmu pengetahuan lintas negara, program studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan Public Lecture Series. Acara tersebut mendatangkan salah satu dosen dari School of Communication,  Universiti Sains Malaysia (USM),  Assoc. Prof. Nik Norma Nik Hasan, Ph.D. 

Acara digelar secara hybrid pada Rabu, 8 Mei 2024, di Aula Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM secara offline, sedangkan secara on line acara digelar melalui platform aplikasi zoom meeting. Isu yang diangkat dalam Public Lecture tersebut yaitu isu kontemporer berbasis lingkungan hidup yang dikemas dalam topik Speak for the Orangutan: Conservation & Protection in Malaysia. Dalam hal ini mahasiswa dapat memberikan perspektif baru terkait permasalahan lingkungan secara global. 

Isu lingkungan terkait orangutan menjadi masalah bagi kedua negara baik di Indonesia dan Malaysia. Orangutan merupakan spesies yang terancam punah dan sangat tergantung pada habitat hutan hujan untuk bertahan hidup. Prof. Nik memberikan perspektif baru terkait masalah yang terjadi di Malaysia. “Pembangunan yang cepat, tidak berkelanjutan, dan terkadang tidak teratur telah berdampak pada lingkungan hidup di Malaysia,” ujar Prof. Nik terkait isu lingkungan yang terjadi di Malaysia. Berdasarkan riset yang dibahas bahwa, masyarakat memiliki pengetahuan terkait lingkungan tapi memiliki kesadaran yang rendah. Hal ini juga menjadi refleksi bagi keadaan lingkungan hidup di Indonesia.  

Tentu lingkungan hidup membawa tantangan yang harus dihadapi. ”Aktivitas manusia dalam pembersihan habitat yang mengancam orang utan, human-primate conflicts dan aksi aksidental yang mengancam orang utan menjadi tantangan dalam upaya konservasi keselamatan  orangutan,” papar Prof. Nik terkait tantangan yang terjadi. 

Diskusi menjadi momentum yang sangat penting dalam acara. Tentu sebagai mahasiswa ilmu komunikasi harus dapat menyampaikan statement yang kuat dan argumentatif terkait isu-isu kontemporer yang terjadi. Melalui diskusi terkait isu orangutan, secara tidak langsung mahasiswa Ilmu Komunikasi UM ikut serta dalam memberikan pengetahuan dan tekad  kesadaran untuk menyelesaikan isu lingkungan hidup. Diskusi ini juga dapat menjadi ajang untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi konkrit dalam menangani isu lingkungan yang mendesak seperti ini.

Setiap permasalahan tentu akan ada solusi, melalui diskusi terjadi dua timbal balik saling melengkapi terkait strategi dalam pengupayaan konservasi dan perlindungan orang utan. Secara garis besar dapat melalui rehabilitasi, proteksi, konsep berbasis wisata edukasi dan kebijakan pengelolaan minyak sawit. Perencanaan strategi tentu perlu dukungan secara inklusi dari masyarakat dari semua lini.

Kesadaran akan isu lingkungan menjadi poin yang lebih penting dari pengetahuan. Namun kesadaran isu lingkungan harus berlandaskan pengetahuan. Dari kesadaran yang dipupuk dalam agenda Public Lecture Series dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UM akan isu lingkungan, termasuk masalah yang dihadapi oleh orangutan.

Dalam kegiatan Public Lecture Series ini membahas tentang isu-isu kelestarian hutan dan upaya untuk melindungi habitat orangutan sehingga apabila ditelaah kembali, hal tersebut merupakan bentuk pengembangan secara global strategi yang proaktif dan efektif untuk mengatasi penyebab utama degradasi lahan dan kerusakan ekosistem, termasuk di hutan dan menghentikan kerugian keanekaragaman hayati. Kegiatan tersebut disamping meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan, juga termasuk mendukung program internasional yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) ke-15 yang bertujuan untuk melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. 

Pewarta : Afgian Gala Mahiya Ikhsan – Internship Humas UM

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM