Malang — Universitas Negeri Malang (UM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia memperkuat kolaborasi strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui talkshow bertajuk “Membangun Potensi dan Kemandirian: Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat” di Aula Ki Hajar Dewantara, lantai 7, Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM, Jumat (25/9/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kemenko PM, Andie Megantara, Ph.D., beserta jajaran, serta disambut Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dan jajaran pimpinan UM.
Kunjungan Kemenko PM tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi masyarakat melalui riset, inovasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan pengabdian kepada masyarakat.
Narasumber dari Kemenko PM dipimpin langsung oleh Sekretaris Kemenko PM, Andie Megantara, Ph.D., bersama tim penasihat dan staf ahli, di antaranya Dyah Trikumolosari, A.KS., M.Si., dan Royanto Purba, S.T. Sementara itu, narasumber dari UM ialah Abdul Kodir, S.Sosio., M.Sosio., Ph.D., dari FIS UM, serta Dimas Oky Nugroho, Ph.D., aktivis dan antropolog sosial.
Dalam sambutannya, Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. mengutip bait lagu kebangsaan “Indonesia Raya” karya W.R. Supratman untuk menggambarkan esensi pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pembentukan bangsa yang mandiri harus dimulai dari penguatan jiwa sebelum diwujudkan melalui penguatan raga.
“Sering kali kita terjebak memprioritaskan raga atau urusan fisik belakangan. Padahal, hidup bukan sekadar untuk makan, melainkan makan untuk hidup. Pemberdayaan sejati harus menyasar akal budi, mentalitas, dan karakter masyarakat,” ujar Prof. Hariyono.
Sementara itu, Sekretaris Kemenko PM Andie Megantara, Ph.D., dalam paparan utamanya menyoroti pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.
“Perguruan tinggi seperti UM memiliki instrumen riset dan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sangat dibutuhkan oleh negara. Sinergi ini merupakan langkah nyata agar program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi gerakan yang terukur, berdampak langsung pada perekonomian warga, serta berkelanjutan,” ujar Andie.
Forum tersebut merumuskan tiga pilar utama pemberdayaan yang relevan dengan dinamika zaman, yakni Sakti, Budi, dan Betti. Sakti merujuk pada kemampuan menguasai ilmu pengetahuan, keahlian teknis, dan inovasi teknologi. Budi merupakan kemampuan memahami etika, moralitas, dan karakter bangsa yang kokoh. Sementara itu, Betti merupakan wujud bakti dan kontribusi nyata mahasiswa serta akademisi bagi kemajuan bangsa.
Selain itu, forum menekankan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal agar tidak berhenti pada tahap preservasi. Pelestarian budaya perlu diiringi inovasi sehingga tetap relevan dengan perkembangan zaman. Peran strategis perempuan dan generasi muda juga menjadi perhatian sebagai bagian dari penggerak kemajuan masyarakat.
Dalam sesi penutup, forum menegaskan bahwa keberhasilan kolaborasi pemberdayaan masyarakat perlu dilihat dari peningkatan kapasitas kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan. Bantuan sosial dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan saat ini, sedangkan pemberdayaan membuka peluang untuk meningkatkan kemandirian pada masa mendatang. Jaminan sosial juga berperan sebagai perlindungan agar masyarakat tetap memiliki daya tahan ketika menghadapi situasi sulit.
Kolaborasi UM dan Kemenko PM sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Kolaborasi ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui pertemuan tersebut, UM dan Kemenko PM berkomitmen memperkuat sinergi melalui riset terapan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pewarta: Zahra Medina Nur Alia — Internship Humas UM
Fotografer: Raihan Faiq Rahmatullah — Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

