Skip to content
image_pdf

Malang — Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Nauthera dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil meraih Juara Harapan II kategori Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) melalui inovasi pemanfaatan panas buang mesin sebagai sumber energi untuk absorption chiller. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa UM mengembangkan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan inovasi berkelanjutan.

Tim Nauthera beranggotakan Leli Devina Yanti Amelia, Azzah Hanin Luthfi Awilah, Muhammad Fathi Farhad, Hilmy Haidar Aldiansyah, dan Stephen Patulian Nadeak dengan bimbingan Dr. Hafizh Prihtiadi, M.Si.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi pada sistem pendinginan udara intake mesin dengan memanfaatkan panas buang mesin sebagai sumber energi untuk absorption chiller. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi beban sistem pendinginan konvensional sekaligus memanfaatkan energi yang sebelumnya terbuang.

Leli Devina Yanti Amelia menjelaskan bahwa gagasan tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kemungkinan penerapannya pada sistem kapal. Menurutnya, aspek penerapan menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan inovasi tim.

“Keunggulannya adalah mengurangi beban pendinginan konvensional sekaligus memanfaatkan energi yang sebelumnya terbuang. Poin pentingnya, inovasi ini tetap mempertimbangkan penerapan yang realistis pada sistem kapal,” jelas Leli.

Pengembangan inovasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari studi konsep, perancangan dan pembuatan sistem, simulasi, hingga evaluasi dan penyempurnaan. Setiap tahap dilakukan untuk memastikan rancangan dapat bekerja sesuai dengan konsep yang dikembangkan.

Bagi tim, salah satu tantangan terbesar dalam proses tersebut adalah memastikan setiap komponen dan aliran sistem dapat bekerja sesuai dengan rancangan serta menghasilkan performa yang sejalan dengan prinsip inovasi yang ingin ditunjukkan.

Proses tersebut menjadi pengalaman bagi anggota tim untuk menguji gagasan tidak hanya secara konseptual, tetapi juga melalui proses perancangan dan simulasi. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi.

Capaian Juara Harapan II menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Tim Nauthera. Leli mengungkapkan rasa senang dan syukur atas hasil yang diperoleh setelah melalui rangkaian persiapan dan pengembangan inovasi.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan II. Hasil ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi kami untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan mengikuti kompetisi maupun pengembangan inovasi berikutnya,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan UM selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Tim memperoleh dukungan berupa fasilitas, arahan dosen pembimbing, serta pendampingan dalam mempersiapkan inovasi untuk mengikuti KKI.

Dukungan tersebut turut membantu tim menyelesaikan pengembangan inovasi hingga dapat dipresentasikan dalam ajang KKI. Capaian ini juga mencerminkan komitmen UM dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang memiliki relevansi dengan kebutuhan teknologi dan keberlanjutan.

Ke depan, tim berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai konsep untuk kebutuhan kompetisi. Sistem tersebut diharapkan dapat terus disempurnakan sehingga menjadi teknologi yang lebih efisien dan memiliki peluang untuk diterapkan pada kapal sebenarnya.

“Harapannya, inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai konsep lomba, tetapi bisa terus dikembangkan menjadi sistem yang lebih efisien dan dapat diterapkan pada kapal sebenarnya,” pungkas Leli.

Pemanfaatan panas buang mesin sebagai sumber energi tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini menunjukkan upaya mahasiswa UM dalam mengembangkan teknologi yang memanfaatkan energi secara lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan.

Pewarta: Inayah Amalia Taufani — Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it