Malang — Universitas Negeri Malang (UM) menjadi ruang pertemuan seni tradisi dan teknologi melalui gelaran VOID//VISION #2: Among and Around yang diselenggarakan Swarnaloka Journey di Sasana Krida UM, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diikuti seniman, mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat umum tersebut menghadirkan pameran seni multidisiplin, instalasi media baru, lokakarya, creative market, pertunjukan audiovisual, musik, teater, hingga video mapping.
Kegiatan diawali dengan pembukaan pameran instalasi yang menjadi bagian dari eksplorasi seni lintas disiplin. Konsep Among and Around menempatkan seni, teknologi, tradisi, ruang, dan manusia dalam satu titik pertemuan. Melalui konsep tersebut, VOID//VISION #2 tidak hanya menghadirkan karya untuk dinikmati secara visual, tetapi juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi dan mengalami secara langsung karya seni yang ditampilkan.
Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Abadi UM, Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn., dalam sambutannya menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari perkembangan seni rupa di Kota Malang sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kreativitas dan inovasi melalui pertemuan seni dan teknologi.
“Terima kasih atas persiapan yang dilakukan untuk kegiatan ini. Saya kira ini akan menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam perkembangan seni rupa di Kota Malang. Apa yang dilakukan hari ini merupakan salah satu bentuk manifestasi dari perkembangan seni yang memadukan berbagai unsur. UM sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Dr. Agus.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang, Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan yang memadukan seni dan teknologi ini dapat terus berlanjut dan kian dikembangkan pada masa mendatang,” ungkapnya.
Salah satu karya yang menjadi perhatian dalam VOID//VISION #2 adalah eksplorasi terhadap lesung sebagai artefak tradisional yang dipadukan dengan teknologi digital. Kegiatan ini menghadirkan tiga karya instalasi, yakni RE:ACT, RE:USE, dan RE:SONANCE. Ketiga karya tersebut merupakan hasil riset mengenai lesung dan menjadi presentasi publik perdana dalam rangkaian VOID//VISION #2.
Dalam karya RE:ACT, lesung dan alu dipadukan dengan sistem pneumatic yang memungkinkan alu bergerak secara otomatis. Sementara itu, RE:USE menggeser fungsi lesung dari alat produksi pangan menjadi media pengalaman dan pengenalan tradisi bagi generasi yang semakin jarang berinteraksi dengan benda tersebut. Adapun RE:SONANCE menghadirkan pengalaman interaktif dengan mengajak pengunjung memukul lesung secara langsung. Bunyi dan gerakan yang dihasilkan kemudian direspons melalui cahaya LED.
Pelaksanaan VOID//VISION #2 juga sejalan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi pendidikan dan pengembangan kapasitas kreatif, kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan ruang belajar dan eksplorasi seni bagi mahasiswa serta masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dalam karya seni juga berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya melalui pengembangan inovasi dalam media seni.
Upaya memperkenalkan dan menghidupkan kembali nilai budaya lokal melalui pendekatan kontemporer turut berkaitan dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities, terutama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Selain itu, kolaborasi antara UM, komunitas seni, seniman, dan penyelenggara mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kerja sama lintas pihak dalam menciptakan ruang kreatif dan kebudayaan.
Melalui VOID//VISION #2: Among and Around, UM tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan seni, tetapi juga ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Tradisi lesung dipertemukan dengan teknologi digital, sementara lingkungan kampus menjadi ruang bagi seniman dan generasi muda untuk bereksplorasi serta menghadirkan bentuk baru dalam pengalaman seni.
Pewarta: Nazhifa Filza Darayanicha – Internship Humas UM
Fotografer: Naksatra Lokasadu Wardhana – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

