Malang — Universitas Negeri Malang (UM) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan melalui Workshop PPK dan Penandatanganan Naskah Kerja Sama, Kamis (24/9), di Ruang Sidang Rektor, Graha Rektorat UM Lantai 8. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Sosial Kota Malang, Kepolisian Resor (Polres) Kota Malang, Satgas PPK Universitas Brawijaya (UB), serta unsur terkait di lingkungan UM.
Ketua Satgas PPK UM, Prof. Dr. Eddy Sutadji, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama, yakni penandatanganan kerja sama antara Satgas PPK UM dan Dinas Sosial Kota Malang serta workshop mengenai penanganan kekerasan. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Polres Kota Malang, Satgas PPK UM, dan Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), serta dilengkapi sesi best practice.
Dalam menjalankan tugasnya, Satgas PPK UM terdiri atas 11 anggota yang meliputi tujuh dosen, dua tenaga kependidikan, dan dua mahasiswa. Tim tersebut bertugas merespons laporan yang masuk melalui kanal pengaduan PPK. Namun, Prof. Eddy menegaskan bahwa upaya pencegahan juga perlu dilakukan secara proaktif agar potensi persoalan dapat dikenali dan ditangani sejak awal.
“Ketika ada laporan, kami selalu merespons. Tetapi ketika belum ada laporan, bukan berarti kita tidak perlu melakukan upaya pencegahan. Pada kasus tertentu, kita juga harus proaktif mencari informasi agar persoalan dapat ditangani sejak awal,” tuturnya.
Dalam proses penanganan laporan, Satgas PPK UM menerapkan tahapan yang mempertimbangkan keterangan dari berbagai pihak. Proses tersebut mencakup pemanggilan dan klarifikasi terhadap pelapor maupun pihak yang dilaporkan, kemudian dilanjutkan dengan pencarian saksi dan bukti pendukung. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan keputusan diambil berdasarkan informasi yang memadai.
Prof. Eddy juga menekankan pentingnya koordinasi antara Satgas PPK di tingkat universitas dan satgas di fakultas serta Sekolah Pascasarjana. Menurutnya, penanganan pada tahap awal di unit masing-masing dapat mempercepat respons sebelum kasus ditindaklanjuti di tingkat universitas.
“Harapan kami, Satgas PPK yang ada di 11 fakultas dan Sekolah Pascasarjana dapat terus berkoordinasi dan berkolaborasi. Ketika sejak awal ada suatu kasus, dapat ditangani terlebih dahulu di unit masing-masing, kemudian apabila diperlukan dapat dilanjutkan kepada Satgas PPK universitas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain memperkuat mekanisme internal, kegiatan ini menjadi ruang bagi UM untuk mempelajari praktik penanganan kekerasan dari institusi lain. Kehadiran Satgas PPK UB dalam sesi best practice memberikan perspektif tambahan mengenai strategi pencegahan, penanganan, serta penguatan sistem pendampingan di lingkungan perguruan tinggi.
Prof. Eddy menambahkan bahwa dukungan pimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan Satgas PPK. Ia menyampaikan bahwa UM memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Satgas PPK dalam menangani berbagai laporan yang melibatkan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
“Kami bersyukur karena komitmen pimpinan UM sangat tinggi dalam memberikan dukungan kepada Satgas PPK. Dukungan tersebut penting agar berbagai persoalan yang menyangkut dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Melalui workshop dan penguatan kerja sama lintas institusi, Satgas PPK UM berupaya membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang lebih terkoordinasi. Kolaborasi dengan Dinas Sosial, kepolisian, serta perguruan tinggi lain diharapkan dapat memperluas perspektif sekaligus memperkuat kapasitas dalam merespons kasus kekerasan.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, melalui penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan serta penciptaan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Kegiatan ini juga mendukung SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan mekanisme pelaporan, penanganan, koordinasi, dan kolaborasi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman.
Pewarta: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
Foto: Sudrajat Arif Wicaksana – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

